33

    Anggota DPRD Terpilih Tanpa Kenakan PIN Emas

    Kota Kembang | jurnaldepok.id
    Anggota DPRD Depok terpilih tidak akan dibekali dengan pin emas seperti hal nya anggota dewan di beberapa daerah di Indonesia. Hal itu ditegaskan oleh Sekretaris DPRD Depok, Zamrowi Hasan di sela-sela acara geladi kotor persiapan pelantikan Anggota DPRD Depok periode 2019-2024 pada, Selasa (3/9) mendatang.

    “Enggak ada, Alhamdulillah anggota dewan Depok juga enggak macam-macam dan enggak minta kaya gituan,” ujar Zamrowi kepada Jurnal Depok, Kamis (29/8).

    Dijelaskannya, pin emas bukannya tidak boleh namun sebaiknya tidak dan menuju kepada penggunaan yang dilarang.

    “Kalau kami belikan pin emas, itu kategorinya asset pemerintah kota, jadi kalau hilang harus mengganti dan kalau berakhir masa jabatan harus dikembalikan,” paparnya.

    Lebih lanjut ia mengungkapkan, dari awal terbentuknya DPRD Depok pihak sekretariat tidak pernah memberikan pin emas kepada anggota dewan.

    “Depok tidak pernah macam-macam dan dewan pun tidak pernah menuntut itu, dewan Depok baik-baik kok. Dearah lain ada yang menggunakan itu (pin emas,red) dan sekwannya galaunya minta ampun. Selama ini pun mereka tidak menggunakan pin emas,” ungkapnya.

    Sementara itu calon Pimpinan DPRD Depok, H Tajudin Tabri mengatakan bahwa hal itu diserahkan kepada tim anggaran dan kemampuan keuangan daerah.

    “Kalau tidak memungkinkan tidak masalah, apa sih bedanya dengan itu?. Buat apa pakai pin emas kalau rakyat masih banyak yang menderita dan saya kurang setuju,” tandasnya.

    Hal senada diungkapkan oleh Anggota DPRD Depok, Lahmudin Abdullah. Ia mengatakan, tidak penting memakai pin emas kalau hanya untuk sekedar pamer.

    “Menurut saya itu enggak penting, banyak yang jauh lebih penting yang harus dikerjakan oleh anggota dewan, yang terpenting kinerja,” terangnya yang merupakan politisi PAN.

    Ketua Fraksi PPP DPRD Kota Depok, Hj Qonita Luthfiyah juga memiliki pandangan yang sama. Menurutnya, menjalankan amanah masyarakat lebih mulia ketimbang menggunakan pin emas.

    “Tidak perlu lah, karena itu bukan suatu hal yang penting dan urgen. Masyarakat telah memilih kami, tentu mereka menginginkan kami dapat menjalankan amanah dengan baik,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

     

    https://www.jurnaldepok.id/2019/08/30/anggota-dprd-terpilih-tanpa-kenakan-pin-emas/

SEJARAH SINGKAT DPRD KOTA DEPOK

Sejarah kota Administrasi Depok berubah status menjadi kotamadya pada tanggal 27 April 1999 dengan Undang-undang Nomor 15 tahun 1999 tentang pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Tingkat II Cilegon, maka dipandang perlu untuk dibentuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Depok sebagai Badan Legislatif Daerah. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Depok terbentuk berdasarkan surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat Nomor 171 / SK979-Otda / 99 tentang Peresmian Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Depok...

Alat Kelengkapan

Lokasi Kami